Aug 27, 2009

Apa itu Kehidupan?


Setelah lumayan banyak saya berbicara tentang artikel kehidupan, eee.... ternyata ada satu hal yang terlupakan untuk dibahas, dan itu menurut saya krusial sekali. Ternyata saya lupa untuk membahas tentang kehidupan itu sendiri :) Mungkin dari sekian banyak pembaca, ada yang sudah paham betul apa itu kehidupan. Mulai dari bagaimana sistem kehidupan itu bekerja, dan bagaimana seharusnya kita berjalan di atas sistem tersebut dengan baik. Atau mungkin para pembaca sudah layak diberi gelar profesor kehidupan :)
Saya harap bagi mereka yang sudah tahu mohon ditahan dulu, silahkan berkomentar apa saja mengenai pendapat yang saya kemukakan di sini, entah itu kritiklah, tidak setujulah, atau yang lainlah... saya persilahkan dengan hormat. Semoga apa yang tuliskan di sini bermanfaat bagi kehidupan kita semua.
..........
Kehidupan... sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Mungkin definisi kehidupan yang Mbah Surip kemukakan sudah melekat di benak kita, di mana hidup itu bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, hahahaha....Singkat namun bermakna. Jika ditelaah secara filosofis mungkin akan menghasilkan 5 halaman penuh hanya sekedar membahas 9 kata tersebut. Namun di sini saya tidak akan membahas definisi yang Mbah Surip berikan karena saya bukan tipe orang yang senang plagiat, hahahaha....
Selama ini mungkin kita berpikir bahwa kehidupan itu berawal saat kita dilahirkan. Di saat kita mulai bernafas dan melihat kilapan cahaya di mata kita. Tidak perduli apakah kita masih ingat saat-saat itu atau tidak yang penting kita suda bernafas dan itu artinya kehidupan sudah dimulai, benar begitu? Hmmm... jika kita berkata kehidupan itu artinya hidup, maka pernyataan di atas benar adanya. Namun, sebuah kehidupan kita yang penuh berisikan berbagai permasalahan, seni merasakan, kesan dan kritik, tidaklah sesederhana dari “hidup” itu sendiri. Kehidupan lebih cenderung kepada sebuah proses yang panjang, di mana kesadaran penuh bahwa ia ada karena suatu sebab dan ia akan memenuhi sebab itu. Itulah definisi saya tentang kehidupan.
Jadi apakah sewaktu kita lahir, kita telah merasakan kehidupan? Menurut saya belum. Kita hidup tapi belum merasakan kehidupan. Kita akan merasakan kehidupan setelah dalam diri kita terdapat kesadaran akan sebuah keberadaan kita yang dikarenakan suatu sebab seperti yang saya jelaskan tadi. Kalau ditanya kapan tepatnya, saya tidak tahu. Tergantung pada masing-masing individu dalam proses pembelajarannya.
Kehidupan akan dirasakan oleh manusia dengan berbagai alur pikir yang berbeda-beda, namun prosesnya kurang lebih sama. Mereka pertama-tama akan merasa ada yang kosong dalam hati mereka, entah apa itu...tapi ada sesuatu yang hilang dan wajib mereka temukan. Waktu itu, manusia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencari “hal” yang hilang tadi. Berbagai informasi dan kegiatan mereka lakukan untuk mendapatkan sesuatu yang kosong tadi... apa itu? Yaitu sebuah jati diri. Sebuah awalan bagi manusia untuk memenuhi kewajiban mereka di dunia berdasarkan sebuah pedoman yang tepat.
Sebuah proses panjang tentu akan berakhir suatu saat nanti, tapi saya katakan tidak utnuk proses kehidupan. Kehidupan kita tidaklah berakhir dengan kematian, karena kita akan mengalami kehidupan kedua setelah kematian. Kita nantinya kekal untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah kita lakukan.
Tuhan memberikan kehidupan yang pertama untuk mempelajari kehidupan yang kedua agar kita nantinya tidak menyesal. Maka dari itu pesannya, gunakan “kehidupan” itu dengan baik sesuai pedoman yang telah kita dapatkan, kemudian lakukan semampu kita, karena Tuhan tidak pernah menuntut sesuatu hal yang tidak bisa kita lakukan, bukankah begitu?
Semoga berhasil...






See another post:

4 comments:

Anonymous said...

1.seberapa penting kah kita mencari jati diri?
2.seperti apakah jati diri itu?
3.akankah dalam hidup ini sebelum menjelang kematian kita akan menemukan jati diri kita?
4.mengapa kita harus mencari jati diri untuk mendapat jawaban,untuk ap kita diberi hidup ini?
Mungkin banyak pertanya tentang "jati diri" itu sendiri, dapatkah kita menemukan jawaban dari seluruh pertanyaan tersebut, kalopun kita merasa menemukan jawaban tentang jati diri kita, apakah jati diri kita temukan adlah jati diri itu yang kita inginkan ato kita nantikan selama ini.bagaiman kalo bukan yang kita inginkan,wwwwwwwwwww susah banget ngungkapinnya.
sulit sungguh sulit buat ngungkapi apa-apa mengenai jati diri.
apakah itu yang membuat jadi sulit buat dicari?
atao sebenarnya mudah,tapi karena kita pikir sulit jadi sulit beneran?
wawawww bener2 sulit kumengerti, jadi gak bisa q terusin nih. by raven

Be Justice Is My Choice said...

Hidup ini diperlukan kedalaman berpikir untuk menemukan semua jawaban tersebut. Sungguh Tuhan tidak menciptakan ini dengan sia-sia bukan? Pertanyaan2 di atas akan saya coba jawab pada sesi berikutnya... Terima kasih anonim... eh salah, Raven maksudnya hehehe... :D

Anonymous said...

memang tiada yang sia-sia segala sesuatu yang ada diDunia ini tapi seolah-olah semua itu sia-sia.Karena hal itu lah yang membuat manusia berpikir karena seolah-olah diciptakan dengan sia-sia,sehingga manusia berpikir bagaimana membuat itu tidak sia-sia sehingga suatu hari kelak manusia sadar bahwa tidak ada segala sesuatu diDunia ini yang dicipatakan dengan kesia-sian,dan pada saat itulah manusia akan sadar bahwa ALLOH itu ada. by RAVEN

Anonymous said...

belajar sesuatu yang akan kita lakukan terus menerus dalam hidup ini dan bahkan takkan pernah usai selama kita masih hidup.
lalu apa yang akan kita lakukan setelah mati nanti?
by RAVEN

Post a Comment

Post a Comment